wish to inspire on professional characteristic, sharing ideas on secretarial, communication and social matters...
Jumat, 27 Desember 2013
Kutu Loncat
Selasa, 18 Juni 2013
Service beyond your responsibility
Sabtu, 01 Juni 2013
Partnership
Senin, 13 Mei 2013
Job Interview
Rabu, 05 Desember 2012
Respect for the Individual
bsp; Istilah itu juga mengandung arti kemampuan untuk memperlakukan orang lain dengan terhormat, mau mendengar opini orang lain, serta mendukung sesama teman kerja ketika mereka butuh bantuan baik secara profesional maupun secara personal.
Motivational Leadership
ikan inspirasi tentang cara kerja yang lebih efisien, tentang gaya komunikasi yang proaktif, serta tujuan perusahaan secara menyeluruh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan berbagi hal-hal tersebut dengan karyawan, maka karyawan akan lebih mengerti mengapa suatu kebijakan harus diambil, dan kemudian mereka bisa menyelaraskan kebiasaan bekerja sesuai dengan tujuan akhir perusahaan.
Selasa, 18 September 2012
Pindah Kerja?
Jaman sekarang seorang pegawai bekerja di satu perusahaan dalam waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. Kalau dulu kita mendengar bahwa seseorang sering pindah pekerjaan itu seperti “kutu loncat”, tetapi kalau sekarang hal itu belum tentu jelek. Dalam beberapa kasus yang saya temui, seorang profesional pindah pekerjaan dalam waktu yang relatif pendek disebabkan oleh keinginan untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman dan pengembangan skill yang bersangkutan.
Seorang karyawan muda berbakat misalnya memilih untuk bekerja sebagai konsultan untuk kira-kira dua tahun pertama guna mendapatkan ilmu yang luas dibidang yang dia tekuni. Kemudian waktu dirasa pengalaman dan skill cukup, dia akan pindah bekerja di korporasi untuk mengimplementasikan skill dan pengetahuan pada kondisi riel, dan mencari tahu bagaimana semua teori yang dia ketahui bisa di implementasikan dalam operasi perusahaan sehari-hari.
Dari segi loyalitas, maka bisa disimpulkan jaman sekarang karyawan lebih loyal pada profesinya, bukan pada perusahaan dia bekerja. Loyalitas pada profesi membuat karyawan selalu berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi. Ditambah dengan kesempatan untuk bekerja pada wilayah regional, maka loyalitas pada profesi sangatlah masuk akal. Kalau ditelaah lebih dalam, semakin lama perusahaan juga tidak bisa memberikan rasa aman jangka panjang dalam hal pemeliharaan karyawan2 yang bagus. Apalagi sekarang ada bisnis outsourcing, maka karyawan tidak bisa bergantung pada satu perusahaan saja.
Dari sudut pandang pemilik perusahaan, mungkin yang perlu disadari adalah bagaimana memaksimalkan pemberian kesempatan kerja sekaligus memberikan pengalaman yang unik bermanfaat bagi karyawan. Seorang karyawan yang bagus dan berbakat akan selalu haus akan pengalaman baru, maka perusahaan menfasilitasi untuk tumbuh kembangnya karyawan dengan memberikan proyek atau tugas-tugas khusus yang menantang. Jadi selain remunerasi yang bagus (setara dengan pasar) kesempatan berkembang akan dipertimbangkan oleh karywan2 berkualitas untuk tetap loyal atau bekerja lebih lama.
Sedangkan dari sudut karyawan, yang harus diperhatikan adalah kemampuan leadership, bahasa Inggris yang sangat bagus serta mampu berkomunikasi dengan baik, dan keahlian dalam bidang yang sedang ditekuni. Jangan lupa track record sangat diperhitungkan oleh perusahaan2 yang bagus, maka jangan lupa terus mengembangkan diri dan mencari kesempatan untuk berkembang secara signifikan, karena hal-hal itulah yang membuat Anda menjadi pribadi yang sering dicari oleh perusahaan bagus. Walaupun ada juga kemungkinan sering pindah kerja diartikan sebagai kurangnya komitmen. Tapi ingat, komitmen bukan satu-satunya parameter apakah Anda seorang karyawan yang berpotensi. Jadi banyak hal yang bisa diupayakan agar menjadikan diri Anda sebagai individu yang dicari.
Jumat, 18 Mei 2012
CUSTOMER SATISFACTION MIND SET
Kamis, 15 Maret 2012
Transformasi Peran Staff menjadi Pemimpin
Selasa, 13 Maret 2012
Real-Time Attitude
Sabtu, 18 Februari 2012
Menulis Resume yang Menarik
Pada beberapa kesempatan bekerja dalam proyek yang terdiri dari beberapa orang bekerja dalam tim, saya sering menerima pertanyaan bagaimana menulis resume yang bagus. Lalu biasanya saya memberikan beberapa tips, tapi dalam beberapa kesempatan saya minta mereka memberikan resume yang telah mereka buat.
Beberapa orang belum menyadari bahwa resume adalah alat untuk mempertunjukan nilai-nilai profesional dan kekuatan unik dari diri Anda. Resume yang ditulis dengan bagus dan menarik. adalah langkah pertama dan landasan untuk menjual diri Anda pada calon employer.
Selain dari data-data personal yang umum dicantumkan, beberapa hal penting dibawah ini patut dipertimbangkan:
Target posisi yang anda inginkan
Sebutkan jabatan yang anda inginkan dan sesuaikan kualifikasi dan pengalaman yang relevan dengan jabatan ini pada awal resume anda. Demikian juga pendidikan, training dan posisi-posisi pada project harus diseleksi dengan baik. Misalnya anda mengincar posisi senior marketing communication, maka semua kualifikasi dan pengalaman sebagai marcom sebaiknya diceritakan di awal dalam struktur yang singkat dan padat.
Jabarkan pengalaman kerja Anda
Daftar pengalaman kerja yang relevan juga harus dijabarkan dengan jelas. Misalnya Anda pernah menjabat staff marcom di suatu perusahaan. Jangan hanya menyebut nama jabatan dan nama perusahaan saja. Tetapi jabarkan dengan singkat tugas-tugas yang anda kerjakan, dan besarnya cakupan tanggung jawab Anda pada saat itu. Misalnya anda terlibat sebagai project manager dari sebuah event regional yang diselengarakan di Bali. Sebutkan secara singkat tugas itu meliputi apa saja, dan melibatkan berapa staff dari beberapa negara dan hal-hal yang relevan untuk menggambarkan pengalaman Anda yang nyata. Lakukan ini pada setiap jenjang pengalaman yang relevan dengan target posisi yang anda inginkan.
Jangan membuat resume yang terlalu padat
Tidak usah menyebutkan semua pengalaman apabila anda telah bekerja 15 tahun dan berpindah jabatan beberapa kali. Resume tidak usah terlalu panjang. Tempatkan pendidikan, training dan sertifikasi pada halaman pertama apabila posisi yang anda inginkan mengharuskan adanya sertifikasi. Cantumkan juga pencapaian yang relevan serta beberapa penghargaan yang telah Anda terima dengan menyebutkan nama awardnya dan kapan diterimanya.
Sebutkan lebih banyak prestasi daripada tugas-tugas.
Jangan membosankan pembaca dengan list dari tanggung jawab Anda dan fokuskan dengan prestasi yang berdampak kepada pertumbuhan perusahaan. Gunakan bullet points untuk menarik perhatian dalam mencantumkan prestasi dan batasi sampai 5 capaian besar saja.
Ingat, executive resume itu hanya pembuka bagi pembicaraan yang mendalam antara kedua belah pihak, tetapi tetap harus menarik agar perusahaan target anda menelpon untuk permintaan wawancara.
Apakah Resume Anda menarik?
Saya juga kerap mengingatkan kepada rekan-rekan yang bertanya mengenai pembuatan resume yang baik, bahwa dalam dunia komunikasi digital, calon perusahaan yang akan menerima Anda akan melihat resume anda melalui perangkat gadget mereka misalnya Blackberry, iPad atau Palm Pilot. Oleh sebab itu, anda harus mempertimbangkan bahwa halaman pertama resume Anda harus sangat menarik dengan mencantumkan secara jelas title jabatan yang diinginkan. Demikian juga personal branding statement dan summary yang kuat dan mencerminkan nilai-nilai profesional Anda kepada calon recruiter. Apabila menggunakan image atau photo, cantumkan dengan manis, tidak berlebihan dan formal. Tampilkan resume dengan layout yang tidak umum untuk menarik perhatian recruiter untuk segera membacanya.
Jumat, 17 Februari 2012
Career Change - Mungkinkah ?
Seseorang menginginkan perubahan karir bisa karena berbagai hal, misalnya karena tidak puas dengan perkembangan karir yang dia miliki saat ini, atau untuk tujuan perkembangan karir yang lebih bervariasi dalam hidupnya, atau mungkin karena alasan ekonomi.
Pada sebuah perjalanan ke Manado, saya berjumpa dengan seorang anak muda yang kini menjadi karyawan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia berkeluh kesah bahwa karirnya selama bekerja di BUMN selama 8 tahun sebagai staff bidang teknologi informasi tidak memuaskan. Menurutnya itu disebabkan kenaikan pangkat tidak berdasarkan kinerja tapi berdasarkan masa kerja. Sambil bekerja sebutlah namanya Adi, mempunyai hobby menyelam dan photography. Hobby yang telah ditekuninya sejak beberapa tahun terakhir bisa mendatangkan sejumlah permintaan untuk pembuatan photo ilustrasi maupun photography bawah air. Dan setelah Adi melalui sebuah penelaahan internal, passion dia adalah diving dan photography. Kemudian datanglah ide untuk berubah karir menjadi profesional diving instructor ditambah dengan jasa photography bawah air.
Perubahan karir bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam semalam. Itu memerlukan persiapan dan strategi yang matang. Adi sudah mendapat gaji yang bagus sebagai karyawan BUMN tapi kemudian dia menyadari bahwa hal itu tidak membuatnya bahagia. Sedangkan sudah terbukti keahliannya dalam photography bisa mendatangkan uang. Tapi kemudian harus dicek apakah hal itu sepadan dengan penghasilannya yang dia dapat sebagai karyawan BUMN? Tetapi yang tampaknya sangat mendorong keinginannya adalah keingingan melakukan sesuatu sesuai passion dan dalam iklim kerja yang lebih dinamis.
Jadi bagaimana seorang IT profesional hendak bertransformasi menjadi instruktur diving yang bersertifikat dan photographer? Memang itu tidaklah mudah, karena memerlukan perencanaan yang matang, dan kesabaran serta kemauan tinggi untuk berubah secara bertahap. Adi harus juga punya keinginan yang kuat, karena karir di BUMN juga bukan suatu yang mudah dilepaskan pada saat ekonomi di Indonesia sedang menurun.
Hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses perubahan karir? Dibawah ini beberapa diantaranya:
1. Mempunyai pengalaman, skill, kualifikasi, sertifikasi, dan training dalam bidang yang menjadi target karir anda yang baru. Selain itu lakukan survey apakah pekerjaan baru ini cukup fleksible untuk dilaksanakan dari daerah mana saja di Indonesia? Artinya apabila dia pindah ke kota lain, bisakah dia hidup dengan pekerjaan barunya ini?
2. Mengembangkan resume yang komprehensif, diantaranya tuliskan kualifikasi anda pada pekerjaan yang lama yang bisa digunakan dalam karir yang baru. Sebagai contoh kemampuan photo editing yang softwarenya pasti sudah dikenal oleh para photographer. Contoh lain adalah cara kerja yang terstruktur. Sebagai IT profesional dituntut untuk bekerja dalam alur yang terstruktur, jadi nilai ini bagus untuk digunakan kemudian hari. Informasi persyaratan sertifikasi sebagai diving instructor juga bisa didapatkan dari para profesional yang sudah bekerja di bidang ini.
3. Buatlah list dari skill yang belum atau kurang dikuasai, buatlah rencana untuk bekerja secara volunteer terlebih dahulu dengan orang yang berpengalaman, dan kemudian berusaha untuk mendapatkan sertifikasi. Penajaman skill ini juga bisa dilakukan secara online dari site-site yang berhubungan dengan karir yang menjadi target.
4. Memperluas hubungan / network dengan profesional dibidang karir yang baru. Apabila bisa mendapatkan referensi dari pihak ketiga yang kenal dengan Adi, maka dengan cukup mudah dia bisa mendapatkan pelanggan. Gunakan kesempatan untuk berkumpul dalam komunitas dan event sesuai dengan karir yang baru. Jangan anggap sepele komunitas, karena mereka umumnya sangat mudah untuk bekerja sama dan saling membagi pengalaman dan pengetahuan.
5. Konsisten menghadapi perubahan, Adi sebagai karyawan BUMN yang sudah cukup mapan akan menghadapi kondisi yang kurang stabil pada saat bertransformasi ke karir yang baru. Pertanyaannya apakah dia siap secara mental dan emosional dalam masa transisi ini. Ada baiknya Adi melakukan semacam rencana pendapatan di karir yang baru agar jangan sampai terjadi setelah melakukan transformasi dan meninggalkan pekerjaan yang lama, Adi kecewa karena secara ekonomi penghasilannya menurun tajam. Hal ini memerlukan mental yang kuat.
Jadi jangan melepas karir yang lama dengan perubahan karir tanpa perencanaan yang akurat dan strategi yang matang. Kenali setiap konsekuensi dari perubahan ini dan katakan pada diri sendiri apakah anda siap !
Kamis, 22 Desember 2011
Personal Brand
Suatu pagi, saat akan sarapan bersama dengan kedua putriku yang sudah bekerja, aku secara tidak sengaja mengomentari pakaian kerja yang dikenakan salah satu putriku. Aku katakan, “Kun, ibu rasa rok kamu terlalu pendek, bukannya hari ini kamu meeting dengan client? Tanpa pikir panjang dia segera masuk kamar kembali dan secara cepat mengganti pakaian yang dikenakan hari itu. Saat selesai ganti baju, dia tanya lagi apakah keseluruhan sudah serasi, aku bilang Ok.
Apakah Anda termasuk orang yang peduli dengan penampilan yang merepresentasikan citra diri (personal brand) tanpa peduli dimana atau kemana Anda akan pergi, apakah ke supermarket, ke lokasi piknik, hang out dengan teman-teman atau bahkan sekedar ke toko buku? Apakah Anda berpikir bahwa apa perlu melakukan usaha ekstra berpenampilan bagus walaupun tidak akan ada yang melihat?
Cobalah membayangkan begini, misalnya Anda sedang mencari pekerjaan baru, atau jabatan baru contohnya sebagai Konsultan Teknologi Informasi (TI). Kebetulan salah seorang teman anda semasa kuliah yang sudah lama sekali tidak bertemu sedang bekerja sebagai Konsultan TI pada perusahaan yang menjadi target Anda. Ini kesempatan bagus bukan? Karena Anda bisa menggali informasi mengenai perusahaan ini, mendapatkan referensi dan tentu saja harapan untuk mendapat tawaran kerja. Maka bila kita kembali ke personal brand Anda, apakah teman ini akan melihat:
• Apakah Anda tampil seperti profesional TI yang dapat diandalkan, walaupun Anda tidak berpakaian resmi?
• Apakah Anda berbicara dan bersikap yang mencerminkan Anda seorang praktisi TI yang akan mampu menjadi Konsultan?
• Apakah teman Anda dapat membayangkan Anda menjadi bagian dari tim di perusahaan tersebut, dan merepresentasikan kualitas diri sesuai dengan standar disana?
• Apakah Anda membawa aura percaya diri yang kuat tapi tidak arogan sehingga membuat dia ingin ngobrol lebih jauh dengan Anda?
Pada akhirnya, disamping mempunyai personal brand yang orisinil, konsisten, citra diri Anda harus memancarkan kepribadian Anda yang sebenarnya. Tidak saja dalam hal berpakaian, tapi cara bicara yang terstruktur, intonasi, sikap atau bahasa tubuh, dan bisa menghargai waktu, adalah beberapa elemen yang mempengaruhi personal brand Anda secara keseluruhan.
Kecepatan Kerja
Bulan yang lalu anak saya ke Singapura dan menghabiskan beberapa hari liburan disana dan mencoba mengamati kehidupan masyarakatnya. Pulang kerumah, saya bertanya: “Apa yang berkesan dari kehidupan di negeri Singa tersebut?”. Jawabannya adalah… disiplin, pace-nya tinggi, kerja keras. Saya lalu menggali lagi yang dimaksud olehnya pase-nya tinggi itu apa. Anak saya mengatakan, kalau kita berjalan di escalator dan ingin berdiri saja tanpa berjalan, maka kita harus berdiri di sebelah kiri, karena di sebelah kanan untuk orang yang terburu-buru dan berjalan/berlari walaupun diatas escalator. Masyarakat disana kerja keras, temponya tinggi dan fokus. Kalau kita tidak berdiri ditempat yang tepat dan tidak mengikuti kecepatan mereka maka bisa-bisa kita tertabrak.
Kalau kita bawa kedalam kantor, kecepatan dan ketepatan kerja mempengaruhi hasil kerja. Dalam iklim kerja yang multitasking dan harus memenuhi berbagai kepentingan, maka waktu menjadi sangat penting dan berpengaruh kepada kepercayaan tim dan atasan.
Kecepatan mengerjakan tugas secara kolektif akan sangat berpengaruh kepada pengambilan keputusan pada eksekutifnya. Selain kecepatan kerja, ketelitian juga sangat diperlukan untuk kesempurnaan hasil akhir.
Mengerjakan pekerjaan dengan cepat bisa berawal dari persiapan kita sehari-hari, tersedianya referensi yang cukup dan berkualitas, terupdatenya database yang kita gunakan, dan berbagai data dan informasi yang kita gunakan sehari-hari. Bagaimana kita akan mengerjakan tugas dengan baik dan cepat apabila komputer kita bekerja kurang baik, nomor telpon orang-orang yang sering kita hubungi tidak terupdate dengan baik ?
Cobalah lakukan hal-hal berikut ini untuk memudahkan kita bekerja dengan cepat dan akurat.
1. Luangkan waktu untuk melengkapi dan mengupdate berbagai referensi
2. Susun to do list berdasarkan prioritas kerja
3. Terapkan time management dengan baik. Dalam menyusun to do list perhatikan juga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu dan biasakan untuk member waktu cadangan. Waktu cadangan berguna bila pada saat hasil kerja dibutuhkan tapi belum bisa selesai karena sebuah kendala mendadak (misalnya komputer crash, atau karena listrik mati), maka masih ada waktu untuk mencari alternatif solusi bagi penyesaian tugas itu. Waktu cadangan juga berguna untuk melakukan cek ulang terhadap hasil kerja kita sebelum disampaikan kepada atasan kita.
4. Hindari untuk melakukan sesuatu mepet dengan deadline. Hal ini membuat kita tegang dan untuk jangka panjang kurang sehat bagi kita sendiri. Selain itu, hal tersebut tidak bagus untuk citra diri kita dihadapan atasan kita bila selalu terdesak deadline baru mengerjakan tugas.
5. Lakukan follow up kepada orang-orang yang seharusnya memberikan informasi yang kita butuhkan untuk tugas tertentu.
6. Pada waktu luang, sempatkan diri untuk memahirkan diri dengan berbagai aplikasi kantor. Usahakan penguasaan software hingga tingkat mahir untuk membuat presentasi, menyusun teks yang rumit, mengolah foto menjadi sebuah laporan yang menarik dan lain sebagainya. Selain dari meningkatkan tingkat kemahiran pada skill inti, mahirkan diri anda juga dengan alat-alat pendukung yang biasa digunakan dalam pertemuan internasional, seperti video conference
Kecepatan kerja seorang profesional membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, juga menumbuhkan citra positif.
Senin, 22 Maret 2010
Bekerja bisa jadi "Candu"
Time management bermanfaat untuk banyak hal. Antara lain bisa membantu Anda mengidentifikasi tugas apa yang paling penting, atau merencanakan kehidupan anda sehingga hal yang paling penting dapat dikerjakan tepat waktu. Time management dapat membantu anda untuk mendelegasikan tugas secara efektif, bekerja secara efisien dan menjadi lebih produktif, dan pada saat yang sama menyeimbangkan kehidupan kantor dan sosial secara harmonis.
Dunia bisnis hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang gila kerja (workaholic). Masalah kegilaan kerja ini kadang tidak diakui oleh perusahaan walaupun hal itu sangat berpengaruh kepada mental, emosional, phisik dan hubungan antara karyawan karena pada awalnya gila kerja ini menghasilkan karyawan2 yang produktif. Kegialaan kerja tampak seperti orang yang datang ke kantor pagi hari, pulang larut malam, membawa pulang pekerjaan dan waktu senggangnya dipenuhi pikiran bagaimana bisa bekerja lebih hebat lagi, lebih cepat dari pada kemarin. Dan umumnya karyawan seperti ini bisa dihadiahi award atau gaji yang bagus, bahkan promosi dan bonus sebagai hasil dari gaya kerja yang seperti itu.
Orang2 yang gila kerja yang biasanya penyuka andrenalin tinggi merasa sangat hidup manakala sedang berada pada pekerjaan yang menuntut action yang cepat -- sebaliknya, hal ini juga menaikan tekanan darah, mengganggu kebiasaan tidur dan berpotensi mendatangkan serangan jantung.
Gila kerja (workaholism) bisa ditandai dengan beberapa ciri dibawah ini :
1. Apakah anda lebih antusias dengan pekerjaan anda dibandingkan dengan keluarga atau hal sosial yang lain?
2. Apakah anda suka merasa harus bekerja bahkan pada saat libur ?
3. Apakah anda membawa pekerjaan ke tempat tidur? Pada saat weekends atau cuti?
4. Apakah bekerja adalah kegiatan yang sangat anda sukai dan enak untuk dibicarakan?
5. Apakah anda bekerja lebih dari 40 jam seminggu?
6. Apakah anda merubah hobby anda menjadi sesuatu yang menghasilkan uang?
7. Apakah anda bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan anda?
8. Apakah teman dan keluarga anda bosan menunggu anda untuk datang tepat waktu?
9. Apakah anda melakukan pekerjaan extra karena kuatir hal itu tidak akan selesai?
10. Apakah anda pernah ingkar janji lebih dari 3 kali dengan keluarga karena pekerjaan selama 3 bulan terakhir ini ?
11. Apakah menurut anda bekerja long hours itu tidak apa2 sepanjang kita mencintai hal yang kita kerjakan?
12. Apakah anda tidak sabar dengan orang yang mempunyai prioritas lain selain bekerja?
13. Apakah anda kuatir bila tidak kerja keras anda akan kehilangan pekerjaan atau dianggap gagal?
14. Apakah anda seorang yang energetic dan kompetitif?
15. Apakah anda kesal kalau disuruh berhenti bekerja dan disuruh mengerjakan hal yang lain?
16. Apakah kerja anda yang long hours melukai hubungan dengan keluarga dan orang yang anda cintai?
17. Apakah anda memikirkan pekerjaan anda saat nyetir, waktu mau tidur, atau waktu orang lain bicara?
18. Apakah anda bekerja atau membaca saat makan?
19. Apakah menghasilkan uang adalah satu2nya tujuan hidup anda?
Bila anda menjawab sebagian besar pertanyaan dengan YA, maka mulailah sadar bahwa workaholism tidak baik bagi kesehatan, bagi hubungan keluarga dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kelelahan mental yang membutuhkan pertolongan therapist.
Mulailah dengan disiplin menerapkan time management teknik untuk menghindarkan diri dari workaholism itu. (Disarikan dari The Time Management Training Istitute)
Jumat, 29 Januari 2010
Tips Menulis Complaint
Selaku professional kita kadang dihadapkan pada situasi dimana kita harus menulis surat complaint. Apakah itu complaint kepada atasan, kepada provider telpon selular, atau perbankan. Surat complaint yang bagaimana yang cepat mendapat tanggapan?
Dibawah ini adalah beberapa tips dalam menulis surat complaint seperti yang disarikan dari businessballs.com. Beberapa tips sederhana berikut ini bisa dijadikan template untuk menulis surat complaint. Pendekatan ini efektif untuk consumer maupun B2B customers yang sedang mencari penyelesaian positif dari sebuah surat complaint. Tips ini berlaku untuk complaint yang dikirim dengan surat, email atau telpon, walaupun demikian complaint melalui surat dianggap cara yang paling efektif terutama untuk complaint yang serius.
Surat complaint yang efektif harus :
• Ringkas – Surat harus mudah dimengerti dengan cepat, ringkas dan tepat. Agar kita yakin surat kita dibaca, buatlah surat dengan bahasa sederhana, isu utamanya harus dapat dimengerti dalam hitungan detik. Isi surat harus persuasive, membuat pembacanya terdesak untuk segera mengambil langkah perbaikan. Jangan lupa berikan data seperti nama orang, produk, jasa/layanan, tanggal, jam dan nomor referensi yang relevan dengan isunya. Kemudian sampaikan permintaan positif yang anda harapkan akan terjadi. Bisa ditambah dengan sedikit pujian akan reputasi organisasi itu, karena walaupun kita sedang marah juga penting untuk menyampaikan komentar yang membuat penerima surat lebih tergugah untuk membantu anda. Apabila masalahnya kompleks, buatlah surat yang singkat padat kemudian dilampiri dengan data pelengkap agar pembaca tetap bisa menangkap esensi suratnya dalam waktu singkat.
• Dapat dipercaya – surat harus ditulis dalam format yang baik dan sopan dan ditulis secara profesional, tampilan yang credible, terutama yang mempunyai implikasi finansial. Surat harus ditulis dengan gramer yang betul, tampilan yang bersih, bahasa yang tegas, jelas, lugas. Menggunakan bahasa yang baku dan profesional, sehingga isu yang anda bawa mudah dipercaya.
• Berdasarkan fakta -- Organisasi yang menerima complaint anda akan menakar sumberdaya atau dana yang harus dikeluarkan untuk menutup komplaint tersebut. Hal ini membutuhkan data yang akurat dari pihak anda seperti nama produk yang rusak, diterima tanggal berapa, sudah dipakai berapa lama, nomor referensi bila ada dan lain2. Karena bila tidak ada detail seperti ini penerima tidak bisa memberi komitmen bagaimana complaint ini akan di selesaikan.
• Konstruktif -- Sampaikan keluhan anda secara positif. Ingat bahwa penerima surat (Customer Service) mungkin setiap hari membaca surat2 dengan bahasa yang sangat keras dan negative. Oleh sebab itu bila surat anda tetap bernada positif dan konstruktif, hal ini membuat keluhan anda cepat ditanggapi. Berikan saran penyelesaian bila memungkinkan, dan jangan katakan bahwa anda akan segera memutuskan hubungan bisnis anda dengan mereka. Karena bila hal itu disebutkan, maka mereka tidak punya motivasi yang baik untuk menyelesaikan masalah. Bilamana masalahnya kompleks, katakan bahwa anda siap dihubungi dan bekerjasama agar masalah cepat mendapatkan solusinya.
• Friendly – nada surat yang bersahabat biasanya diprioritaskan karena pembaca merespon dengan positif kepada keinginan pengirim surat dan segera membantu. Dengan menerima surat yang bersahabat, mereka ingin mempertahankan kepercayaan anda kepada mereka dan mempertahankan anda sebagai pelanggan yang loyal.
Perlu diingat pembaca surat anda juga manusia biasa, jadi mereka juga bisa gusar membaca surat yang keras dan negatif. Hindarilah konfrontasi.
Mengirim surat complaint yang baik dan benar berpotensi anda akan menerima hasil yang sesuai dengan harapan anda.
Rabu, 18 November 2009
Pengaruh Mobile Working
Dunia mobile semakin ringan dan menyebar karena teknologi menunjang untuk orang bekerja secara mobile. Frekuensi pertemua tatap muka semakin kurang dilakukan karena hampir semua langkah bisnis bisa di instruksikan melalui perangkat cellular phone atau smart phone.
Senin, 02 Februari 2009
Tips Untuk Pekerja Kontrak
Masa sekarang ini semakin banyak perusahaan yang memberlakukan pegawai kontrak daripada permanen, selain efisien juga tidak terlalu merepotkan. Nah, apa saja yang sebaiknya diperhatikan bila kita ditawari bekerja secara kontrak. Apakah ada hak dan kewajiban yang perlu diperhatikan secara mendetail ?
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat kita menerima tawaran untuk bekerja sebagai pegawai kontrak yang saya kompilasikan berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan semasa bekerja dulu:
1. Setelah mendapat tawaran kerja sebagai pegawai kontrak ada baiknya minta draft kontraknya untuk dipelajari dengan seksama. Bila perlu minta waktu sehari untuk dipelajari dengan mendetail setiap butir peraturannya, usahakan untuk mengerti betul apa yang tertuang disana, dan bila ada yang kurang dimengerti beri catatan untuk ditanyakan.
2. Setelah mendapat gambaran jumlah gaji yang akan diterima, ada baiknya ditanyakan apakah selain gaji ada tunjangan lain, misalnya THR, apakah boleh overtime, apakah jumlah yang ditawarkan itu gaji gross atau net (setelah dipotong pajak).
3. Ada baiknya juga ditanyakan mengenai jam kerja, absensi, jumlah cuti selama seta setahun (kadang ada pekerjaan yang menuntut pekerja untuk bekerja pada hari sabtu atau minggu) apakah akan mendapat overtime sebagai kompensasi atau akan diganti dengan cuti.
4. Training bila dibutuhkan apakah diberikan oleh perusahaan atau karyawan harus mencari training diluar. Apakah biaya training akan diganti, bila iya apakah ada konsekwensi tertentu, misalnya ikatan dinas.
5. Ada perusahaan yang mengharuskan karyawan untuk memenuhi masa kerja hingga akhir masa kontrak. Apabila salah satu pihak (baik karyawan maupun perusahaan) memutuskan untuk berhenti ditengah masa kontrak, maka pemohon harus mengganti sejumlah uang yang dibayarkan selama setahun / atau selama masa kontrak berakhir.
6. Apakah ada klausul mengenai tunjangan kesehatan. Bila ada apakah mencakup rawat inap di rumah sakit atau hanya rawat jalan saja. Bagaimana prosedur mengajukan claim kesehatan, apakah menggunakan jasa Asuransi Kesehatan. Tanyakan juga hak anda bila dirawat di RS apakah di kelas I atau kelas II dan seterusnya. Beberapa perusahaan tidak mengganti biaya kacamata atau gigi, ada baiknya anda cek juga masalah ini.
7. Ada beberapa perusahaan yang membuat dokumen kontrak mendetail, tetapi ada yang pendek dan ringkas, karena selebihnya karyawan harus membaca dari peraturan perusahaan.
8. Selain menanyakan hak-hak anda, akan lebih baik apabila job desk juga diminta dan dimengerti dengan sebaik-baiknya.
9. Jenjang karir juga bisa ditanyakan, misalnya apakah setelah 2 X perpanjangan kontrak akan di hire sebagai regular ? Sekedar untuk mendapat gambaran apakah bisa membina karir diperusahaan tersebut.
10. Karena pegawai kontrak sangat tidak mungkin untuk mendapatkan kenaikan gaji ditengah masa kontrak walaupun performance bagus sekali, oleh karena itu apabila mendapat perpanjangan kontak jangan lupa untuk bargaining dengan pemberi kerja untuk persentase kenaikan gaji yang wajar.
11. Apabila anda di hire melalui outsourcing company, kontrak anda akan melalui mereka. Oleh sebab itu semua informasi diatas bisa ditanyakan melalui outsourcing company-nya agar tidak ada kesalah pahaman dikemudian hari.












